Jumat, 27 Januari 2012

MADRID LEBIH JANTAN

Barcelona vs Real Madrid: Madrid yang Lebih Jantan

Barcelona vs Real Madrid: Madrid yang Lebih Jantan
Striker Real Madrid, Karim Benzema mencetak satu gol saat melawan Barcelona pada laga perempatfinal Copa del rey leg kedua di Stadion Nou Camp, Kamis (26/1/2012). Pertandingan berakhir 2-2 namun Madrid tersingkir akibat kekalahan 2-1 di leg pertama.



Catatan Komang Agus Ruspawan*

TRIBUNNEWS.COM - Menyaksikan laga El Clasico jilid II di perempat final Copa del Rey, Kamis (26/1/2012) pagi, memberikan kita sebuah hiburan dari lapangan hijau berkelas tinggi. Ada yang berbeda ditampilkan Real Madrid untuk menghadapi Barcelona yang mengusung sepakbola seksi.
  
Ya, pada laga panas di Camp Nou itu, Madrid tampil lebih jantan. Tim raksasa Spanyol ini menampakkan wujudnya dengan lebih berani meladeni Barca lewat sepakbola menyerang.
  
Berdasarkan catatan statistik pertandingan, Madrid memiliki ball possesion 55 persen dan tendangan delapan ke gawang. Bandingkan dengan leg pertama lalu ketika Madrid hanya memiliki 30 persen ball possesion dan dua tendangan ke gawang.
  
Dari strategi dan komposisi pemain yang dipilih, kali ini terlihat jelas Pelatih Jose Mourinho menginginkan anak asuhnya bermain menyerang. Tampaknya Mou jengah terhadap kritik fans dan pemain Madrid dengan strategi defensifnya setiap kali melawan Barca.   
  
Mou memilih mengembalikan Pepe sebagai bek tengah. Pekan lalu pada leg pertama, Pepe didorong ke tengah sebagai gelandang bertahan. Alhasil Madrid bermain dengan tiga gelandang bertahan, karena di situ sudah ada Xabi Alonso dan Lassana Diarra.
  
Kali ini, Mou hanya memasang dua holding midfielder, Alonso dan Diarra, sesuai pakemnya selama di Madrid dalam formasi 4-2-3-1.
  
Mesut Oezil pun kembali menjadi starter di sektor gelandang serang bersama Kaka dan Cristiano Ronaldo, untuk mendukung kinerja Gonzalo Higuain dan Karim Benzema yang dimainkan secara bergantian sebagai target man. Sejak kick off, Madrid langsung menyerang. Mereka mampu membuat Barca tertekan sehingga kesulitan mengembangkan gaya tiki taka.
  
Jika saja kiper Jose Pinto tak tampil gemilang saat menggagalkan dua peluang Higuain serta bantuan mistar gawang untuk menahan tendangan indah Mezut Ozil, Madrid sudah unggul tiga gol di menit-menit awal.
  
Akibat serangan Madrid yang sedikit mengendur, Barca akhirnya bangkit. Pertandingan bergengsi inipun menjadi makin hidup dengan jual beli serangan. Namun Barca lebih baik dalam efektivitas memanfaatkan peluang sehingga mampu mencetak dua gol dari kaki Pedro dan Dani Alves.
  
Permainan menyerang Madrid juga akhirnya sukses membuahkan dua gol lewat Ronaldo dan Benzema. Kondisi yang membuat tensi pertandingan makin menegang, karena jika mampu mencetak satu gol lagi Madrid berbalik menang dan lolos ke semifinal.
  
Sayang usaha Los Blancos tak membuahkan hasil. Mereka gagal mengejar satu gol tambahan untuk memukul balik Barca. Hasil 2-2 membuat Madrid gagal melaju ke semifinal, dan itu artinya gelar Copa del Rey yang menjadi satu-satunya persembahan Mou selama menangani El Real, melayang sudah. Madrid kalah dengan agregat 3-4.
  
Dan kegagalan ini tak lepas dari keputusan Mou yang tampil bertahan pada leg pertama hingga kalah 1-2. Andai saat bermain di kandang Mou lebih berani, dengan permainan menyerang seperti di Camp Nou, mungkin hasilnya akan berbeda.
   
Pekan lalu, Mou memang masih terlihat dihantui ketakutan dengan permainan menyerang ala Barca. Karenanya untuk kesekian kalinya ia memilih memakai strategi bertahan, meski faktanya telah berulangkali gagal dan gagal.
  
Ironis memang ketika Mou tak berani meladeni Barca dengan permainan menyerang. Padahal ia memiliki pemain dengan karakter menyerang yang berlimpah. Sepanjang musim ini, Madrid pun dikenal dengan gaya permainan menyerang yang luar biasa. Faktanya, di La Liga mereka sukses mencatat 16 kemenangan dari 19 laga, dengan mencetak 67 gol, unggul delapan gol dari Barca.
  
Di Liga Champions, mereka menyapu bersih enam laga penyisihan grup dengan kemenangan plus torehan gol luar biasa; 19 gol! Tapi ketika bertemu Barca, Madrid tiba-tiba menjadi tim penakut. Mou meninggalkan filosofi sepakbola menyerang, dan lebih memilih bermain bertahan. Kalau bisa, ia memarkir pesawat di depan gawang Iker Casillas.
  
Mou trauma dengan keputusannya bermain menyerang yang kemudian menyebabkan timnya kalah telak 0-5 pada debutnya di El Clasico musim lalu. Sebuah kekalahan yang membuat seluruh publik Madrid terpukul hebat.
  
Sejak saat itulah Mou menerapkan permainan bertahan, yang hasilnya juga tak maksimal kecuali terhindar dari kekalahan besar. Mou sempat berani menampilkan permainan lebih menyerang, tapi dikombinasikan dengan gaya hantam kromo di lini belakang, yang membuat Madrid menang 1-0 atas Barca pada final Copa del Rey musim lalu.
  
Ini kemudian menjadi satu-satunya kemenangan Madrid di era Mourinho, atau sejak Barca ditangani Pep Guardiola pada 2008. Berkaca dari hasil seri 2-2 kemarin, dan kemenangan di final Copa del Rey musim lalu, sudah sepantasnya Mou tak lagi trauma dan takut untuk meladeni Barca dengan permainan menyerang. Mou yang terkenal dengan mulut besarnya, harus bersikap lebih jantan.
  
Dengan demikian, laga El Clasico tak melulu menjadi dominasi Barca. El Clasico tak lagi dibumbui sepakbola negatif dan permainan keras. Tapi El Clasico yang akan datang mampu menyuguhkan pertandingan yang lebih menarik dan menghibur dengan permainan yang sama-sama menyerang untuk memuaskan seluruh pencinta sepakbola dunia.


http://www.tribunnews.com/2012/01/27/barcelona-vs-real-madrid-madrid-yang-lebih-jantan

Senin, 23 Januari 2012

HANCURKAN BARCELONA


Real Madrid vs Barcelona
Atmosfer Final
KAMIS (19/1) dini hari WIB, laga panas akan tersaji di pentas Copa del Rey. Pertemuan Real Madrid dengan Barcelona di Santiago Bernabeu pada leg pertama perempat final tidak ubahnya menjadi final yang sesungguhnya. 


Seteru abadi ini masing-masing mengusung misi balas dendam dan membuat El Clasico semakin memanas. Bagi Barca, laga ini akan menjadi pembalasan atas kekalahan mereka di final tahun lalu. Sedangkan bagi Madrid, bara membakar mereka untuk menghancurkan Barca untuk menghapus luka, usai dikalahkan 1-3 di markasnya, dalam lanjutan La Liga pada 10 Desember lalu.

Perjumpaan musuh bebuyutan dini hari nanti merupakan yang ke-29 di ajang Copa del Rey. Bila melihat head to head, "Azulgrana" lebih unggul dari "Los Blancos". Dari 28 laga yang sudah mereka lewati, Barca mampu membukukan kemenangan sebanyak 14 kali. Sedangkan kemenangan yang dicatat Madrid hanya 9 kali serta 5 laga sisanya berakhir imbang.

Pertama kali, Barca dan Madrid saling jegal di ajang Piala Raja pada tahun 1902. Kala itu, dalam laga semifinal yang digelar satu kali, Madrid menyerah 1-3.

Dalam era sepak bola modern, sejak 1992-1993, El Clasico sudah terjadi lima kali. "El Real" lebih banyak memetik hasil positif. Mereka menang 2 kali, bermain imbang 2 kali, dan cuma sekali kalah. Kemenangan terakhir Barcelona atas Real Madrid terjadi pada musim 1996/1997. Kala itu, di Camp Nou, Blaugrana sukses memetik tiga angka dengan kemenangan tipis 3-2.

Sementara itu, laga final Copa del Rey musim lalu saat Sergio Ramos cs menjadi kampiun, merupakan laga pertama Barcelona dan Real Madrid setelah 14 tahun.

Sepanjang sejarah pertempuran kedua klub di Copa del Rey, Barcelona tercatat mencetak 59 gol. Sementara tim ibu kota cuma kalah tipis dengan mengemas 56 gol.

Tampil menyerang

Kendati saat ini Barca berada di posisi dua klasemen La Liga, namun tidak mengurangi ketajamannya sebagai klub yang disegani. Dengan racikan sepak bola modern dan gaya tiki-taka ala Josep "Pep" Guardiola, Barca cukup percaya diri melakoni laga away-nya.

Seperti yang dilontarkan sang dirigen lapangan, Xavi Hernandez. Ia berjanji, bermain di kandang lawan tidak akan mengurangi determinasi timnya. "The Catalans" akan tampil berani dengan gaya menyerang untuk mencetak banyak gol.

"Kami memiliki motivasi ekstra pada pertandingan ini. Ini artinya, kami akan tampil dengan penuh semangat sejak awal. Secara historis, Madrid adalah rival abadi dan Bernabeu merupakan tempat yang spesial untuk membukukan kemenangan," ujarnya di situs resmi klub.

Pemain Barca lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Kini sudah tidk ada lagi rasa gugup saat mengijakkan kaki di Bernabeu.

"Kami selalu menyukai dan menikmati laga El Clasico. Itu sesuatu yang kami nantikan dan merupakan kondisi yang normal. Banyak tim berhadapan lebih dari sekali sepanjang musim. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan lihat saja apa yang akan terjadi," kata Dani Alves di Marca.

Sementara itu, kubu tuan rumah bersikap lebih waspada. Terutama ancaman gol di babak pertama, yang membuatnya sering tertinggal dari lawan meski mampu mengejarnya di babak dua. Soal kondisi itu, bek Madrid Sergio Ramos menilai skuad "Los Galacticos" harus memperbaiki performa selama babak pertama agar tidak terlalu bergantung pada babak kedua.

"Kami harus terus belajar dari kesalahan dan menyadari bahwa performa kami di babak pertama masih belum cukup baik di pertandingan sebelumnya. Karena saat ini kami membutuhkan kemenangan di laga krusial," ucapnya.

Jelang laga tersebut, kubu Madrid pun mendapat kabar positif menyusul kesembuhan Angel Di Maria usai dibekap cedera. Pemain berusia 23 tahun tersebut absen saat menghadapi Malaga di Copa del Rey dan Granada di La Liga Spanyol. Namun Di Maria sudah menjalani latihan pada pekan kemarin. (cucu sumiati/"GM"/ berbagai sumber)** Share79

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20120118103103&idkolom=olahrag

SEJARAH REAL MADRID





Real Madrid bisa dibilang merupakan tim yang paling sukses di dunia. Bagaimana tidak, berbagai gelar dan raihan jumlah gelar yang diperolehnya mungkin lebih banyak dibandingkan dengan tim-tim lainnya di dunia. Hal tersebut menjadi dasar FIFA menempatkan Real Madrid sebagai klub paling sukses sepanjang abad ke-20 dengan raihan 31 gelar Primera Liga Spanyol, 16 Piala Spanyol, 9 gelar Piala dan Liga Champions, dan  2 trofi Piala UEFA. Madrid merupakan founding member FIFA, pendiri G-14 (organisasi klub-klub terkemuka Eropa yang kini tukar nama menjadi Asosiasi Klub Eropa). Selain sarat akan sejarah, Real Madrid juga terkenal karena kemegahannya dan dihuni oleh pemain-pemain papan atas dunia. History itulah yang benar-benar telah melekat dan menjadikan Real Madrid sebagai klub yang paling glamour di jagad raya ini.

Real Madrid dikenal dengan dua nama sebutan, yakni Los Merengues dan Los Blancos. Namun kedua julukan itu sempat hilang, ketika di tahun 1980-an wartawan Julio César Iglesias mempopulerkan nama La Quinta del Buitre. Namun, di masa kepemimpinan Florentinao Perez (2000-2006), Real Madrid dikenal dengan nama Los Galacticos. La Quinta del Buitre , julukan ini lenyap bersamaan dengan perginya Butragueno, Michel, dan Martin Vasaquez apda era 90an. Julukan Los Galacticos mengacu pada pemain-pemain bintang yang diboyong selama rezim Florentino Perez, seperti Luis Figo, Roberto Carlos, Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham, serta satu bintang lokal Raul Gonzales. Untuk semua pemain itu, Perez berani melakukan tindakan kontroversial, salah satunya memboyong Figo dari Barcelona — seteru abadinya — dengan harga tertinggi. Tak berapa lama kemudian Madrid menggulingkan rekor pemain termahal Figo, ketika memboyong Zidane dari Juventus. Kemudian pembelian Davi Beckham yang dapat mendongkrak sisi popularitas dan penjualan merchandise, sebelum akhirnya lepas jabatan pada th 2006.


Sejarah singkat
Sebelum 1897, penduduk Madrid tak mengenal sepak bola. Olahraga ini diperkenalkan sejumlah profesor dan pelajar Institución Libre de Enseñanza, yang mendirikan Football Club Sky tahun 1897. Klub terpecah menjadi dua di tahun 1900,yaitu New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Dua tahun kemudian Club Español de Madrid terpecah lagi, dan menghasikan pembentukan Madrid Football Club pada 6 Maret 1902. Setelah tiga tahun berdiri, Madrid FC memenangkan gelar pertamanya dengan mengalahkan Athletic Bilbo di final Piala Spanyol. Klub ini pula yang menjadi pendiri Asosiasi Sepakbola Spanyol pada 4 Januari 1909. Saat itu klub dipimpin Adolfo Meléndez.
Tahun 1920, nama klub akhirnya berubah menjadi Real Madrid oleh Raja Alfonso, yang memberi nama Real, atau Royal, kepada klub itu. Sembilan tahun kemudian liga sepakbola Spanyol pertama didirikan. Si Putih meraih gelar Primera Liga Spanyol pertama tahun 1931, tahun berikut meraihnya lagi, dan menjadi klub pertama yang dua kali berturutan meraih gelar liga. Tahun 1945 Santiago Bernabeu Yeste menjadi presiden. Di masa kepemimpinannya, Stadion Santiago Bernabeu dan Ciudad Deportiva dibangun kembali, setelah rusak pada perang sipil. Tahun 1953, Bernabeu memperkenalkan strategi memboyong pemain berkelas dunia dari luar negeri. Salah satunya, dan yang paling terkenal, adalah Alfredo di Stéfano. Jadilan Real Madrid klub multinasional pertama di dunia. Tahun 1955, Bernabeu bertemu Bedrignan dan Gusztáv Sebes, dan kemudian membentuk turnamen yang kini bernama Liga Champions. Madrid mendominasi Piala Champions (nama sebelum liga champions) dengan meraih trofi itu tahun 1956 sampai 1960, dan berhak atas trofi original dan hak mengenakan simbol UEFA sebagai penghargaan. Tahun 1966, Madrid memenangkan Piala Champions kali keenam dengan mengalahkan FK Partizan 2-1 di final.


Beberapa sebutan pertandingan-pertandingan panas yang dimainkan oleh Real Madrid :
El Derbi madrileño
Fans Real Madrid melihat Atletico Madrid sebagai rival. Hal itu dilatarbrlakangi oleh perbedaan sosial, yakni pendukung Madrid berasal dari kelas menengah, fans Atletico kebanyakan dari kelas pekerja. Keduanya bertemu kali pertama pada 21 February 1929 dan Madrid memenangkannya. Rivalitas keduanya menyita perhatian internasional ketika di tahun 1959 bertemu di semifinal Piala Champions. Madrid memenangkan leg pertama 2-1 di Bernabeu, tapi kalah 1-0 di Metropolitano. Laga diulang, dan Madrid menang 2-1.

El Clásico
Rivalitas Real Madrid dengan Barcelona merupakan hasil dari ketegangan politik Castilians dan Catalan. Madrid adalah pusat pemerintahan dan keluarga kerajaan. Di era diktator Jenderal Franco, Madrid merepresentasikan kekuatan centripetal konservatif. Di sisi lain, hampir semua ide modernisasi politik diperkenalkan di Spanyol dan menguat di Barcelona. Fashion, filosofi, dan seni, masuk ke Spanyol juga lewat Barcelona, sebelum diterima seluruh negeri. Rivalitas keduanya tidak hanya berlangsung di Primera Liga Spanyol, tapi juga di Eropa. Serta tidak hanya di dalam lapangan, tapi juga di semua aktivitas bisnis olahraga. Di tahun 2000, kepergian Luis Figo ke Real Madrid memicu kemarahan publik Katalan.



Stadion
Real Madrid telah berpindah stadion beberapa kali. Mereka pernah bermain di Campo de O’Donnell selama enam tahun, sejak 1912. Kemudian pindah ke Campo de Ciudad Lineal, yang hanya berkapasitas 8,000 penonton. Pada 17 Mei 1923, Madrid pindah Estadio Chamartín, yang hanya menampung 22.500 penonton. Dua dekade kemudian, Santiago Bernabeu Yeste melihat Estadio Chamartín tak layak lagi, sehingga Sebuah stadion baru dibangun, dan diresmikan pada 14 Desember 1947. Stadion itulah yang saat ini dikenal sebagai Stadion Santiago Bernabeu yang dihuni sampai sekarang ini. Stadion Santiago Bernabeu semula mampu menampung 120 ribu penonton, tapi dimordenisasi dengan tidak boleh ada penonton berdiri, menjadi berkapasitas 80.354 kursi. Pada 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stefano diresmikan. Di tempat inilah Madrid menjalani latihan. Stadion ini berkapasitas 5.000 penonton, dan fans hanya menyaksikan tim mereka berlatih.


Real Madrid di Era Lima Tahun Terakhir
Dalam lima tahun terakhir, posisi Real Madrid di liga domestik tergusur seiring dengan kesuskesan Barcelona merajai liga primera, dan sebagian menjuarai liga champions. Hal itulah yang memacu Real Madrid untuk selalu membeli pemain-pemain top dunia dan melakukan pergantian pelatih silih berganti. Beberapa pemain top kelas atas dunia didatangkan, seperti ravael Van Der Vart, Arjen Robben, Xabi Alonso, Kaka, dan yang paling heboh dan kontroversial adalah Cristiano Ronaldo, yang menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia dengan harga lebih dari Rp 1 triliun rupiah ( Wawww ). Pelatih pun telah beberapa kali melakukan pergantian, seperti Fabio Capello, Manuel Palegrini, dan teranyar adalah sosok pelatih sukses kontroversial, yakni Jose Mourunho. Sejak kedatangan Jose Mourunho, bersamaan dengan hadirnya pemain-pemain dunia seperti Sami Khedira, Mesut Ozil, Angel Di Maria, dan pemain veteran Ricardo Carvalho, permainan Real Madrid dan mentalitas pemain menjadi lebih hidup. Puasa gelar pun akhirnya terobati pada tahun pertama Mourinho, yakni meraih trofi Piala Raja Spanyol dengan menundukkan Barcelona di final melalui gol tunggal dari bintang mereka, Cristiano Ronaldo, pada babak perpanjangan waktu. Di Liga Champions pun Real madrid meraih prestasi dengan melangkah ke semifinal pertama kalinya dalam beberapa tahun dan mengakhiri kutukan Tak Pernah Menang lawan Lyon. Sayangnya, langkah Real Madrid terhenti di semifinal oleh Barcelona, dimana Mourinho menilai adanya konspirasi wasit pada leg pertama dan kedua semifinal LC itu. Di liga domestik, Real Madrid berada di peringkat dua di bawah Barcelona, namun mereka dapat sedikit terhibur dengan gelar el pichichi yang disabet oleh CR7 sekaligus memecahkan rekor gol dalam satu musim di liga primera dengan raihan 40 gol, WAW. Untuk ukuran satu tahun kepelatihannya, Jose Mourinho terbilang sukses dengan berbagai perubahannya itu.


Itulah sedikit banyak yang dapat saya sampaikan tentang Sejarah Real Madrid , History klub dan pemain nya, dan lain-lain. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda akan Real Madrid, khususnya para Madridista di Indonesia. Mohon maaf apabila ada penulisan atau penjelasan yang mungkin keliru atau kurang tepat, namanya juga manusia, hehe.
HALA MADRID

0 komentar:
Poskan Komentar
http://mejikuhibiniu-kabarnews.blogspot.com

Senin, 16 Januari 2012

RONALDO SANTAI JELANG "EL CLASICO"


“EL CLASICO”

REAL MADRID
VS
BARCELONA


WALLPAPER REAL MADRID VS BARCELONA, Cristiano Ronaldo, Lionel 
Messi, FC Barcelona, Real Madrid
Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, tidak merasa tertekan menghadapi duel melawan Barcelona di perempat final Copa del Rey, Rabu (18/1/2012). 
Musim lalu, Madrid menjadi raja di turnamen tersebut dan merebut gelar juara dengan mengalahkan "El Barca". Musim ini, Madrid untuk sementara duduk di singgasana klasemen liga dan mengungguli Barcelona dengan lima poin. Catatan ini toh tak membuat level Barcelona berada di bawah karena tim ini selalu menjadi pengganjal besar bagi "El Real". 
Sejak Josep Guardiola menukangi "Blaugrana", Madrid selalu kesulitan menundukkan musuh bebuyutannya itu. Pertemuan terakhir kedua klub terjadi di Santiago Bernabeu di kancah liga, di mana Ronaldo dan kawan-kawan menyerah 1-3 dalam duel "El Clasico" itu.


Real Madrid was won the Copa

Tekanan terhadap Ronaldo makin besar karena pemain berusia 26 tahun ini baru mencetak satu gol dalam empat laga terakhir yang dijalani Madrid. Banyak yang berharap Ronaldo bisa bangkit dan tampil menggila dalam pertandingan "El Clasico" pekan ini.
Menanggapi tekanan ini, Ronaldo bergeming. Ia menganggap pertandingan tersebut sama seperti duel lain. "Aku selalu mencoba untuk santai sebelum pertandingan. Tekanan tak memengaruhiku. Aku mencoba untuk tetap berpikir positif dan selalu melihat tantangan baru. Kekuatan mental sangat penting bagiku," kata Ronaldo.

"Aku hanya ingin memenangkan setiap pertandingan dan bermain baik. Itu yang selalu menjadi tujuanku, tampil baik dan mendapatkan hasil yang baik pula. Aku tak mempermasalahkan siapa lawannya karena motivasiku tetaplah sama," lanjutnya.
Ronaldo menjalani debutnya di "El Clasico" tatkala menjadi starter di Camp Nou, November 2009. Ia digantikan oleh Karim Benzema pada menit ke-99. Dalam delapan duel selanjutnya lawan Barca, Ronaldo selalu bermain penuh mulai dari menit awal hingga akhir pertandingan. Pemain asal Portugal itu mencatat tiga gol ke gawang Barca. Salah satu golnya tercipta pada leg kedua final Copa del Rey musim lalu dan membuat timnya menang di ajang tersebut.


KOMPAS.com


Minggu, 15 Januari 2012

REAL MADRID

Madrid Unggul Delapan Poin Atas Barca

 

 

MALLORCA, (PRLM).-Real Madrid memperbesar keunggulan atas juara bertahan Barcelona menjadi delapan poin menyusul kemenangan 2-1 (0-1) atas Real Mallorca pada Liga Spanyol di Stadion Iberostar, Mallorca, Minggu (15/1) dini hari WIB.
Tuan rumah Mallorca unggul lebih dulu berkat gol sundulan striker asal Israel, Tomer Hemed meneruskan umpan matang Gonzalo Castro pada menit ke-39, 1-0.
Madrid baru bisa mencetak gol penyama kedudukan pada babak kedua lewat pemain pengganti Gonzalo Higuain pada menit ke-72. Higuain masuk pada awal babak kedua menggantikan Lassana Diarra.
Ini adalah gol ke-14 Higuain musim ini yang membuat striker berummur 24 tahun tersebut berada di peringkat ketiga daftar pencetak gol terbanyak, di bawah Cristiano Ronaldo (21) dan Lionel Messi (17).
Akhirnya, gol tendangan jarak jauh striker berumur 24 tahun, Jose Callejon pada menit ke-85 menjadi penentu kemenangan "Los Blancos", 2-1.
Bagi Madrid, ini adalah kemenangan tandang ketujuh secara beruntun. Madrid pun semakin kokoh di puncak klasemen dengan 46 poin, unggul delapan poin atas Barca (38) di posisi kedua. Namun, Barca bisa kembali memperkecil selisih poin jadi lima jika mampu mengalahkan Real Betis di Stadion Nou Camp, Barcelona.
"Kami bertanding melawan tim yang memiliki pelatih luar biasa dengan organisasi pertahanan yang sempurna. Pada babak pertama, mereka tampil fantastis," ujar Pelatih Madrid, Jose Mourinho pada konferensi pers seusai pertandingan.
"Mereka sangat baik melakukan persiapan untuk pertandingan ini. Mereka tahu apa yang diharapkan dari kami. Mereka sangat fokus dan jarang melakukan kesalahan," kata Mourinho.
Pelatih Mallorca, Joaquin Caparros, tampak kecewa dengan kekalahan timnya. "Pada babak kedua, kami kesulitan untuk mengimbangi permainan Madrid seperti pada babak pertama," ucap Caparros yang membawa timnya melibas Real Sociedad 6-1 pada babak "16 Besar" Copa del Rey, akhir pekan lalu.
Tampil di depan sekitar 20.000 pendukungnya, Mallorca mengawali pertandingan dengan sangat bagus. Tim dari kepuluan Balearic tersebut mampu membuat para pemain Madrid frustasi karena sulit menembus pertahanan Mallorca yang digalang bek tengah Jose "Chico" Flores.
Justru tuan rumah yang unggul lebih dulu lewat sundulan Hemed, enam menit menjelang turun minum, 1-0. Ini adalah gol keenam Hemed musim ini.
Meski sudah memasukkan Higuain pada awal babak kedua, Madrid tetap kesulitan untuk membongkar pertahanan Mallorca. Imbasnya, Mourinho langsung memasukkan dua pemain pada menit ke-59, yakni Kaka menggantikan bek kanan Alvaro Arbeloa dan Fabio Coentrao menggantikan bek kiri Marcelo.
Dengan begitu, Madrid hanya bermain dengan dua bek murni, yakni Sergio Ramos dan Pepe. Coentrao diperbantukan menjadi bek kiri.
Bermain dengan tiga bek, permainan justru Madrid meningkat. Akhirnya, Higuain mampu mencetak gol penyama kedudukan dengan meneruskan umpan matang Mesut Oezil. Tendangan Higuain sempat diblok bek Mallorca, Lopes dengan kakinya tapi bola justru berbelok arah dan masuk ke gawang sendiri tanpa mampu ditepis kiper Mallorca, Dudu Aouate, 1-0.
Gol kedua Madrid berawal dari aksi individu Higuain yang mampu merebut bola dari bek Mallorca, Chico. Kemudian, Higuain melepaskan tendangan keras yang mampu diblok kiper, Aouate.
Bola muntah kembali disambar Karim Benzema tapi Aouate kembali mampu menepisnya. Kali ini, giliran Callejon yang meneruskan bola muntah yang tidak mampu ditepis Aouate, 2-1. (Rtr/AP/A-115/A-89)***


http://www.pikiran-rakyat.com/node/173162